Selasa, 20 Februari 2018

           TARI TRADISI LAMONGAN 


1.Tari Turonggo Solah

Image result for tari turonggo solah
·        

           Tari Turonggo Solah juga berasal dari Lamongan. Tari Turonggo dapat ditampilkan dalam bentuk tunggal, berpasangan, atau secara kelompok. Tema yang dipergunakan Tari Turonggo Solah adalah tema pendidikan, yang dilatar belakangi dari Tari Kepang Jidor.
           Dalam penampilannya, Tari Turonggo Solah memiliki dua gaya, yaitu gaya feminim dan gagah. Penarinya membawa properti kuda-kudaan atau kuda lumping yang terbuat dari bahan bambu.Tari Turonggo Solah berkarasteristik gerakannya lincah dan gagah.
           Tarian ini sering disajikan sebagai tari pertunjukkan dengan iringan musik gamelan jawa, akan tetapi yang lebih dominan adalah alat musik jidor. Busana penari memakai gaya Jawa Timuran
( Gaya Surabayaan).


Perlengkapan Tari :
  • ·         Celana
  • ·         Kalung
  • ·         Post dekker
  • ·         Stagen
  • ·         Sabuk
  • ·         Rapek
  • ·         Ilat - ilatan
  • ·         Kain waron
  • ·         Kain panjang
  •       Ikat kepala 
  • ·         Jamang
  •       Baju



            Jenis alat musik untuk mengiringi tarian Turonggo Solah nyanyian atau vokal manusia seperangkat gamelan jawa berlaras slendro atau pelog.




2.Tari Caping Ngancak

Image result for tari caping ngancak



       Tari Caping Ngancak adalah tarian tradisional dari kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang menggambarkan tentang aktivitas para petani di sawah. Dalam tarian ini penari menari layaknya para petani dengan menggunakan caping atau topi yang terbuat darianyaman bambu sebagai attribute menarinya. Tari Caping Ngancak ini merupakan salah satu tarian tradisional dari kabupaten Lamongan yang terkenal selain Tari Boran.

         Tari Caping Ngancak ini merupakan tarian kreasi baru yang dikemas apik dengan gaya tradisional. Sesuai dengan tema dari tarian ini yang menggambarkan aktivitas para petani saat di sawah. Sehingga baik dari kostum dan gerakannya menggambarkan layaknya para petani di sawah. Tari Caping Ngancak ini awalnya diciptakan oleh Tri Kristiani dan Ninin dalam rangka mengikuti festival budaya yang digelar di Jawa Timur untuk mewakili kabupaten Lamongan. Tarian ini kemudian mendapat sambutan baik dengan memenangkan berbagai penghargaan dalam festival budaya dan mulai dikenal oleh masyarakat luas.

      Dalam pertunjukannya Tari Caping Ngancak ini dilakukan oleh penari secara berkelompok. Tarian ini biasanya dilakukan oleh 9 orang penari wanita dengan formasi dan gerakan yang kompak, lincah dan penuh makna. Gerakan dalam tarian ini menggambarkan aktivitas para petani di sawah mulai dari menanam padi hingga panen. Tarian ini didominasi dengan gerakan tangan dan permainan caping sebagai attribute menari mereka. Gerakan tersebut dilakukan secara kompak dan rapi sehingga terlihat menarik.

        Dalam pertunjukannya penari juga menggunakan kostum layaknya seorang petani dengan caping sebagai attribute menarinya. Pada bagian atas penari menggunakan baju lengan panjang. kemudian pada bagian bawah menggunakan celana sepanjang dengkul dan kain sarung yang menutupinya. Selain itu juga berbagai aksesoris seperti sabuk dengan kain depan – belakang lengkap dengan hiasan pernak – pernik sebagai pemanis.
          Dalam perkembangannya, Tari Caping Ngancak ini mulai banyak dikenal dan telah menjadi salah satu tarian tradisional kebanggaan masyarakat Lamongan, Jawa Timur. Seperti halnya tari boran, Tari Caping Ngancak ini juga masih tetap dilestarikan dan sering ditampilkan di berbagai acara budaya baik di tingkat daerah maupun tingkat nasional.






3.Tari Boran 

Image result for tari boran




        Menggambarkan kehidupan para penjual nasi Tari Boran adalah tarian tradisional dari Lamongan yang dan budaya, namun juga banyak terdapat nilai filosofis di dalamnya. Tari Boran ini merupakan tarian tradisional yang sangat terkenal di Lamongan dan menjadi salah satu tarian khas disana.
boran yang menjajakan dagangannya dan berinteraksi dengan pembeli. Tarian ini selain kaya akan nilai seni
        Tari Boran terinspirasi dari para penjual nasi boran, yaitu makanan tradisional khas dari Lamongan, Jawa Timur. Pada jaman dahulu para penjual nasi boran menjajakan dagangannya dengan cara menggunakan Wakul atau wadah nasi yang terbuat dari bambu dan ditaruh diatas kepala mereka untuk membawanya. Untuk menjajakannya mereka berjalan kaki dan menawarkan dagangannya kepada setiap orang yang dijumpainya. Di bawah panasnya terik matahari dan kerasnya kehidupan mereka berjuang untuk mencari rejeki. Dari perjuangan mereka itulah yang menginspirasi para seniman di Lamongan untuk menciptakan Tari Boran ini.

          Keindahan dari Tari Boran ini terletak pada gerakannya yang indah dan tersusun rapi. Dalam pertunjukannya, Tari Boran ini dilakukan secara berkelompok sehingga formasi dan kekompakan sangat penting di sini. Gerakan Tari Boran ini cenderung gerakan yang sederhana dan penuh makna. Setiap gerakan dalam Tari Boran ini menggambarkan aktivitas para penjual nasi boran pada jaman dahulu, mulai dari menyiapkan makanan sampai menjualkannya kepada pelanggan. 

        Dalam pertunjukannya, penari menari dengan lincah dan kompak. Ritme gerakan pada tarian ini kadang lambat dan kadang menjadi cepat sesuai dengan jalan cerita yang ditampilkan agar pesan dan maknanya bisa tersampaikan dengan mudah kepada penonton. Selain itu gerakan juga disesuikan dengan music pengiringnya agar terlihat selaras. Music pengiring pada Tari Boran ini adalah music gamelan yang khas dari Jawa Timur.

     Kostum yang digunakan pada Tari Boran ini biasanya menggunakan busana tradisional berupa baju kemben lengan panjang. Pada bagian bawah menggunakan celana sepanjang bawah dengkul dengan warna yang sama seperti kebaya dan kain batik khas Lamongan pada bagian pinggang menutupi celana. Selain itu pada bagian kepala menggunakan kupluk atau kain penutup kepala. Tidak lupa tempat nasi atau Wakulyang digunakan sebagai property menarinya. 

    Dalam perkembangannya, Tari Boran menjadi salah satu tarian khas dan kebanggaan dari kota Lamongan, Jawa Timur. Berbagai prestasi yang sudah diraih dalam berbagai event budaya Tari Boran ini semakin dikenal oleh masyarakat luas. Tarian ini masih terus dilestarikan dan dijaga keberadaannya, terbukti dengan sering ditampilkan di berbagai acara seperti acara daerah dan festival budaya.






4.TARI MAYANG MADU

Image result for tari mayang madu

       Tari Mayang Madu mempunyai konsep islami dan tradisional, karena Tari Mayang Madu diilhami dari kegigihan syiar agama islam di Lamongan yang disebarkan oleh Sunan Drajat dengan cara menggunakan gamelan sebagai medianya. Gamelan Sunan Drajat terkenal dengan sebutan gamelan “Singo Mengkok”. Latar belakang Sunan Drajat menggunakan media seni karena pada saat itu masyarakat banyak yang masih memeluk agama Hindu, Budha dan pengaruh dari kerajaan Majapahit. 
       Nama tari Mayang Madu diambil dari sejarahnya Raden Qosim yang memimpin dan memberi teladan yang baik untuk kehidupan di Desa Drajat Paciran. Lalu Sultan Demak yaitu Raden Patah. Beliau memberi gelar kepada Raden Qosim yaitu Sunan Mayang Madu pada tahun 1484 Masehi. Untuk mengenang jasa perjuangan Sunan Mayang Madu atau Raden qosim, maka tarian khas Lamongan disebut dengan Tari Mayang Madu, agar masyarakat Lamongan tergugah hatinya untuk tetap meneruskan perjuangan Sunan Mayang Madu dalam menyebarkan agama islam.

Busana yang digunakan dalam tari Mayang Madu.

  •          Kerudung Polos+kerudung biasa,
  •          Hiasan Kerudung,
  •          Anting-anting,
  •          Baju berlengan panjang,
  •          Sabuk,
  •          Epek,
  •          Kemben,
  •          Rok panjang, 
  •          Celana. 

Berbagai keunikan didalam tarian Mayang Madu.

  •          Improfisasi pada gerak bagian pertama,
  •          Gerak tari bisa juga menggunakan lagu shalawatan,
  •          Musik gamelan dan shalawatan teradu dengan musik rebana,
  •          Busana sesuai dengan nuansa islami,
  •          Sifat Tarinya lemah lembut, gemulai, dan juga pejuang,
  •          Rias wajah cantik karena berkarakter putri. 





5.TARI TURONGGO

Image result for tari turonggo


        Tari ini menggambarkan sekelompok prajurit berkuda yang sedang berlatih. Mereka terlihat sangat lincah. Tari ini merupakan pengembangan dari kesenian Kepang Dor yang bertujuan untuk melestarikan kesenian-kesenian yang masih sangat banyak di Kabupaten Lamongan. Tari Turonggo Solah juga berasal dari Lamongan. Tari Turonggo dapat ditampilkan dalam bentuk tunggal, berpasangan, atau secara kelompok. Tema yang dipergunakan Tari Turonggo Solah adalah tema pendidikan, yang dilatar belakangi dari Tari Kepang Jidor. 
       Dalam penampilannya, Tari Turonggo Solah memiliki dua gaya, yaitu gaya feminim dan gagah. Penarinya membawa properti kuda-kudaan atau kuda lumping yang terbuat dari bahan bambu.Tari Turonggo Solah berkarasteristik gerakannya lincah dan gagah. Tarian ini sering disajikan sebagai tari pertunjukkan dengan iringan musik gamelan jawa, akan tetapi yang lebih dominan adalah alat musik jidor. Busana penari memakai gaya Jawa Timuran.

Perlengkapan tari 

  •   Ikat kepal
  •   Jamang
  •   Baju
  •   Celana
  •   Kalung
  •   Post dekker
  •   Stagen
  •   Sabuk
  •   Rapek
  •   ilatan – ilatan
  •   Kain waron
  •   Kain panjang.


       Jenis alat musik untuk mengiringi tarian Turonggo Solah nyanyian atau vokal manusia seperangkat gamelan jawa berlaras slendro atau pelog.




.Tari silir-silir

Image result for tari silir silir




       Tari Silir-Silir. Oleh sebab itu tari silir-silir diperagakan oleh penari dengan membawa kipas. Mengenai ide penciptaan tarian silir-silir itu, muncul dari kondisi alam Lamongan yang panas sering membuat kegerahan. Karena itu, baik yang dirumah, di sekolah, atau di pasar sekalipun orang sering kipas-kipas karena kepanasan. Sedangkan selama proses penciptaan rangkaian seni tari ini semakin bagus. 
        Tari Silir-Silir diangkat dari sebuah kondisi alam Kota Lamongan yang panas. Para remaja berkumpul, bercanda ria sambil menikmati tiupan angin yang berasal juga merupakan tarian yang berkembang di kota Lamongan. Seperti namanya tari silir-silir merupakan rangkaian perwujudan angin yang bertiup lembut. Angin tersebut berasal dari lambaian lembut kipas para penarinyadari kipas yang dibawahnya.